Penulis: Kampung Satwa

Landak Mini

Landak Mini

Hewan ini sangat mudah dikenali dengan adanya duri pada tubuh mereka. Duri- duri tajam ini hampir melingkari pada seluruh tubuhnya, kecuali pada bagian wajah, perut dan kakinya. Duri tersebut tumbuh seiring bertambah hewan tersebut mulai dari lembut dan pendek saat mda hingga semakin dewasa.

Sugar Glider

Sugar Glider

Hewan ini dapat hidup di hutan dari semua jenis dengan adanya pasokan makanan yang memadai. Mereka membangun sarang umumnya di cabang-cabang pohon eukaliptus. Hewan ini dapat meluncur hingga 45 meter.

Luwak Bulan

Luwak Bulan

Hewan ini memiliki postur tubuh dengan panjang berkisar dari 50 sampai 76 cm, dan ekor yang panjang antara 50 dan 64 cm. Bulu yang dimiliki nya dapat berwarna orange bercampur dengan coklat dan ada yang memiliki bulu berwarna hitam.

Luwak Pandan

Luwak Pandan

Hewan luwak ini biasa menggunakan berbagai habitat termasuk hutan, perkebunan, desa dan dapat juga beradaptasi di lingkungan perkotaan. Sisi atas tubuh dapat berwarna abu-abu kecoklatan, dengan variasi dari warna tengguli (coklat merah tua) sampai kehijauan

Buaya Sinyulong

Buaya Sinyulong

Bentuk moncong runcing dan sangat sempit. Matanya mempunyai iris yang tegak, tubuhnya berwarna hijau tua kehitaman, ekornya memiliki belang-belang yang tidak membentuk cincin. Tergolong buaya besar, jantan dapat tumbuh hingga 5 m.

Buaya Siam

Buaya Siam

Jenis ini dapat dibedakan dari sisik belakang matanya yang berjumlah 2-4 buah. Pada moncongnya tidak terdapat lunas atau tonjolan, tetapi terdapat lunas yang jelas diantara kedua matanya.

Buaya Muara

Buaya Muara

Adalah spesies buaya terbesar di dunia dapat mencapai ukuran sekitar 7 m. Ciri khasnya adalah sisik belakang kepalanya tidak
ada atau berukuran sangat kecil. Pada moncongnya, antara mata dengan hidung terdapat sepasang lunas.

Buaya Irian

Buaya Irian

Warna tubuh coklat ke abu-abuan, dengan garis-garis gelap pada tubuh dan ekor. Buaya ini memiliki sisik-sisik yang relatif lebih besar daripada buaya lainnya dan moncong runcing dan relatif sempit selama tahap remaja dan menjadi lebih luas saat hewan dewasa.

Tempurung Lunak

Tempurung Lunak

Memiliki perisai relatif pipih, rahangnya licin tanpa adanya tonjolan, kepalanya relatif panjang dan sempit dengan moncong panjang. karapasnya berbentuk lonjong dan mempunyai bercak hitam di dekat ekor dan kaki belakangnya memiliki garis hitam memanjang.

Labi-Labi Hutan

Labi-Labi Hutan

Kepalanya relatif besar, perisainya pipih dan tipis berbentuk lonjong memanjang dengan marginal depan berbenjolan. Warna perisainya abu-abu hingga merah coklat dengan sebuah garis lebar coklat tua di bagian tengah, memanjang dari depan ke belakang.