Jawa: Mlinjo, Belinjo
Indonesia: Melinjo
Inggris: Joint fir
Ilmiah: Gnetum gnemon L.
Klasifikasi:
Bangsa : Gnetales
Suku : Gnetaceae
Marga : Gnetum
Jenis : Gnetum gnemon L.
Deskripsi:
Suku Gnetaceae (melinjo-melinjoan), merupakan tumbuhan berbiji terbuka. Kerabatnya berupa liana/tumbuhan merambat dengan karakteristik serupa melinjo. Dalam skala lebih luas, berkerabat dengan pinus, cemara bundel, dan pakis haji.
Perawakan pohon, tinggi 5-10 m, cabang-cabang membentuk tajuk berbentuk silinder sempit. Batang berkayu, tumbuh tegak lurus, berwarna keabuan, kulit batang kasar dengan banyak bekas buku batang, pangkal cabang batang menebal. Daun tunggal, duduk daun berhadapan, pertulangan daun menyirip, daun muda tipis dan lemas, daun tua kaku. Helaian anak daun berbentuk jorong, ujung meruncing, pangkal meruncing, tepian rata.
Organ reproduktif bukan bunga sejati, muncul dari ketiak daun atau pada batang (cauliflorous), tersusun dalam karangan bulir atau bulir majemuk, terpisah antara karangan jantan dengan betina dalam satu individu yang sama. Karangan jantan berukuran panjang 3-6 cm x 2,5-3 mm, kelamin jantan tersusun dalam buku-buku karangan, tiap buku terdiri dari 50-80 bunga jantan dan 5-15 bunga betina yang steril. Karangan betina serupa jantan, tanpa bunga jantan, pada tiap buku terdapat 5-8 bakal biji.
Biji tanpa tangkai, berwarna jingga kekuningan hingga merah saat masak, lapisan kulit biji menyerupai daging buah (lapisan berdaging dengan tekstur empuk dan lapisan keras seperti kayu), biji berbentuk jorong (elips), ujung meruncing pendek, inti biji 1 per biji, berukuran cukup besar, tekstur seperti kacang.
Kegunaan:
Daun muda, karangan bunga, dan biji belum masak diolah seperti sayur.
Kulit biji masak diolah menjadi sayur atau dijadikan keripik kulit melinjo.
Inti biji diambil dari kulit biji, dipipihkan, dikeringkan, lalu digoreng menjadi emping.
Bagian dalam kulit kayu mengandung serabut yang digunakan sebagai tali busur panah, jala, dan jaring ikan laut.
Kandungan Kimiawi:
Inti biji: per 100 g mengandung 50 g karbohidrat, 30 g air, 11 g protein, 1,7 g lemak, 1,7 g abu.
Daun: kaya akan protein, mineral, vitamin A, dan vitamin C. Per 100 g mengandun 75,1 g air, 6,6 g protein, 9,1 g karbohidrat, 6,8 g serat, 1,3 g abu, dan fosfor, kalsium, zat besi, vitamin A dalam jumlah tertentu.
Referensi:
Verheij, E.W.M. & Sukendar, 1991. Gnetum gnemon L.. In: Verheij, E.W.M. and Coronel, R.E. (Editors): Plant Resources of South-East Asia No 2: Edible fruits and nuts. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea
WFO (2026): Gnetum gnemon L. Published on the Internet; http://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000795591. Accessed on: 17 May 2026