Siapa yang tidak kenal dengan buah kecil berkulit cokelat dan berasa manis ini? Kelengkeng adalah salah satu buah favorit masyarakat tropis. Selain menyegarkan, buah yang tumbuh subur dalam dompolan lebat di pohonnya ini ternyata menyimpan banyak fakta menarik. Yuk, kenali lebih dekat!
Nama-Nama Lokal
Di berbagai daerah dan negara, kelengkeng dikenal dengan bermacam-macam nama:
- Indonesia: Kelengkeng, lengkeng, klengkeng.
- Jawa: Klengkeng.
- Tionghoa: Lóngyǎn (龙眼), yang secara harfiah berarti “mata naga” (karena bijinya yang hitam mengilat dengan lingkaran putih menyerupai mata).
- Inggris: Longan.
Klasifikasi Ilmiah
Secara botani, berikut adalah posisi taksonomi dari tanaman kelengkeng:
| Tingkatan | Klasifikasi |
| Kerajaan | Plantae (Tumbuhan) |
| Divisi | Tracheophyta (Tumbuhan berpembuluh) |
| Kelas | Magnoliopsida (Tumbuhan berkeping dua) |
| Ordo | Sapindales |
| Famili | Sapindaceae (Suku lerak-lerakan) |
| Genus | Dimocarpus |
| Spesies | Dimocarpus longan Lour. |
Deskripsi
Kelengkeng merupakan tanaman pohon menahun yang bisa tumbuh mencapai tinggi 10 hingga 20 meter. Daunnya berjenis majemuk dengan bentuk jorong sampai lanset.
Buahnya berbentuk bulat merata, berdiameter sekitar 1 hingga 3 cm. Kulit buahnya berwarna cokelat kekuningan saat matang, bertekstur agak kasar namun tipis. Di dalam kulitnya terdapat daging buah transparan yang berair dan sangat manis, membungkus satu biji tunggal berwarna hitam atau cokelat pekat.
Kegunaan
Tidak hanya sekadar menjadi buah meja yang nikmat, kelengkeng memiliki berbagai fungsi lain:
- Konsumsi Segar & Olahan: Dikonsumsi langsung, dijadikan campuran sup buah, es buah, atau diawetkan dalam kaleng dan dikeringkan.
- Kesehatan: Kaya akan vitamin C dan antioksidan yang baik untuk meningkatkan daya tahan tubuh serta menjaga kesehatan kulit.
- Tradisional: Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kelengkeng kering (longan arillus) digunakan sebagai tonik untuk menenangkan saraf dan mengatasi insomnia.
- Ekonomi: Kayu pohonnya yang keras kerap dimanfaatkan sebagai bahan bangunan ringan atau kerajinan, sedangkan bunganya menjadi sumber nektar yang sangat baik untuk budi daya lebah madu.
Referensi
- Verheij, E.W.M. dan R.E. Coronel (eds.). 1997. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2: Buah-buahan yang dapat dimakan. PROSEA – Gramedia. Jakarta.
- Badgaik, A., dkk. 2021. Nutritional and Medicinal Values of Longan (Dimocarpus longan Lour.) Fruit: A Review. Journal of Pharmacognosy and Phytochemistry.
- IPNI (International Plant Names Index). Dimocarpus longan. Diakses pada Mei 2026.