Flora, Penghasil Kayu

Jati (Tectona grandis)

Nama:

Jawa: Jati
Indonesia: Jati
Inggris: Teak
Ilmiah: Tectona grandis L.f.

Klasifikasi:

Bangsa : Lamiales
Suku : Lamiaceae
Marga : Tectona
Jenis : Tectona grandis L.f.

Deskripsi:

Suku Lamiaceae (lavender-lavenderan), berkerabat dengan berbagai herba aromatik seperti kumis kucing, kemangi, mint, hingga kentang kleci.

Perawakan pohon besar, tinggi hingga 50 m, umumnya tidak bercabang hingga tinggi 20 m, pangkal batang memiliki akar banir yang rendah. Batang berkayu, kulit batang halus, cabang berbentuk segi empat. Daun tunggal, duduk daun berhadapan selang-seling, meranggas saat musim kering. Helaian daun berbentuk bulat telur, pangkal meruncing, tepian rata atau bergerigi, ujung meruncing, pertulangan daun menyirip, berambut halus pada permukaan atas dan bawah daun.

Bunga kecil, tersusun dalam karangan menggarpu, muncul dari ujung percabangan, pada tiap karangan terdapat banyak bunga. Perhiasan bunga tersusun dari daun kelopak berlekatan dengan 5-7 cuping; daun mahkota saling berlekatan dengan 5-7 cuping, berwarna putih kebiruan, tidak berambut. Kelamin bunga ganda, benang sari 5 atau 6; putik bercabang di kepala putik. Buah tipe batu (drupa), berbentuk bulat pepat atau hampir bersegi empat, berkayu, dilapisi dinding buah tipis (lapisan dalam/endokarp) dan tebal (lapisan luar/eksokarp).

Biji kecil, tipis, cenderung berminyak.

Kegunaan:

Kayunya dikenal memiliki fungsi yang beragam. Kayu jati dikenal kuat dan tahan rayap, sehingga digunakan di banyak sektor seperti konstruksi bangunan, jembatan, mebel, tiang, bantalan rel, hingga mainan anak. Serbuk kayu (sawdust) dari jati digunakan sebagai bahan baku dupa.

Tepung kayu digunakan untuk mengobati gejala sakit kepala, pembengkakan, hingga obat cacing.
Kulit akar dan daun muda menghasilkan pewarna coklat kekuningan atau kemerahan, digunakan untuk pewarna kertas, pakaian, dan tikar. Kulit kayunya digunakan sebagai campuran dalam ramuan penyehat rambut.

Daun digunakan untuk membungkus makanan masak, bahan makanan mentah, hingga sebagai pembungkus tempe.


Kandungan Kimiawi:

Kayunya tergolong sebagai kayu kuat hingga sangat kuat. Kayu jati mengandung 47,5% selulosa, 30% lignin, 14,5% pentosan, 1,4% abu, dan 0,4-1,5% silika. Kandungan silika menyebabkan kayu jati perlu perlakuan khusus ketika diproses.

Referensi:

Phengklai, C., Smitinand. T., Kartasubrata, J., Laming, P.B., Lim, S.C. & Sosef, M.S.M., 1993. Tectona L.f.. In: Soerianegara, I. and Lemmens, R.H.M.J. (Editors): Plant Resources of South-East Asia No 5(1): Timber trees; Major commercial timbers. PROSEA Foundation, Bogor, Indonesia. Database record: prota4u.org/prosea. WFO (2026): Tectona grandis L.f.

Published on the Internet;http://www.worldfloraonline.org/taxon/wfo-0000321229. Accessed on: 16 May 2026.